YESUS BERKUASA ATAS YANG JAHAT
11 October 2024
Jumat, 11 Oktober 2024
Galatia 3:7-14
Mazmur 111:1-2.3-4.5-6
Lukas 11:15-26
“Siapa tidak bersama Aku, ia melawan Aku dan siapa tidak mengumpulkan bersama Aku, ia mencerai-beraikan.” --- Lukas 11:23
YESUS MEMBUAT mukjizat di hadapan orang banyak dengan mengusir setan keluar dari seorang bisu, sehingga ia dapat berkata-kata kembali. Meski melihat peristiwa mukjizat itu, ternyata tidak membuat mereka percaya kepada-Nya. Mereka bahkan menafsirkan secara salah dengan menuduh Yesus menggunakan kuasa Beelzebul, penghulu setan. Ada pula yang mencobai Dia dengan meminta suatu tanda dari surga supaya mereka mau percaya kepada-Nya.
Yesus mengetahui kekerasan hati mereka. Ia menolak tuduhan itu, dengan mengatakan tentu mustahil jika Iblis terbagi-bagi dan melawan dirinya sendiri, karena hal itu akan menghancurkan kerajaannya sendiri. Pengusiran setan yang dilakukan Yesus, adalah mukjizat sebagai tanda Kerajaan Allah yang datang melalui Dia. Bagi kita orang beriman, mukjizat menunjukkan betapa besar kuasa Allah untuk membebaskan kita dari cengkeraman tangan setan yang selalu mencari kesempatan menguasai hidup kita masuk ke dalam yang jahat.
Maka supaya dijauhkan dari segala godaan Iblis, marilah kita selalu berjalan bersama Yesus. Hidup bertekun dalam doa, berbuat baik dan benar seturut Sabda-Nya, serta selalu setia mengimani-Nya. Dalam kuasa kasih-Nya, Yesus memanggil, mengumpulkan, dan membebaskan kita dari segala yang jahat. (Tri Laksitorini)
DOA: ”Ya Yesus, Engkaulah sumber kekuatanku ketika harus melawan godaan si jahat dalam pergumulan hidup sehari-hari, Amin.”
JANJI: “Haleluya! Aku mau bersyukur kepada TUHAN dengan segenap hati, dalam lingkungan orang-orang benar dan dalam Jemaah. Besar perbuatan-perbuatan TUHAN, layak diselidiki oleh semua orang yang menyukainya.” - Mazmur 111:1-2
PUJIAN: Roncalli (25 Nopember 1881 - 3 Juni 1963) diangkat menjadi Paus pada usia 77 tahun. Ia memilih nama sebagai Paus Yohanes XXIII. Ia menjabat Paus selama 5 tahun, sejak 20 Oktober 1958 hingga 3 Juni 1963. Ia sering disebut “Paus Yohanes Yang Baik Hati” Ia dihormati oleh umat Anglikan dan Protestan karena jasanya menyatukan gereja yang terpecah. Pada masa menjabat Paus, ia menghimpun Konsili Vatikan II yang mereformasi doktrin-doktrin Gereja Katolik dan meningkatkan rekonsiliasi antar umat beragama. Ia disebut sebagai salah satu Paus terbesar dalam gereja Katolik.
Penanggung Jawab RH: Komunitas MBA (Mari Baca Alkitab)