YESUS DATANG UNTUK MENGGENAPI TAURAT
07 March 2018
Rabu, 7 Maret 2018
St. Perpetua & Felisitas, Martir
Ulangan 4:1,5-9
Mazmur 147:12-13,15-16,19-20
Matius 5:17-19
“Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya,melainkan untuk menggenapinya.” --- Matius 5:17
DALAM KOTBAH di Bukit, Yesus mengucapkan kata-kata yang bersifat konfrontatif kepada orang-orang Farisi. Dalam berbagai pengajaran-Nya sebelumnya, Yesus juga sering kali dengan tegas mengecam orang-orang Farisi dan ahli Taurat. Mereka dianggap sebagai orang-orang munafik karena antara perkataan tidak selaras dengan perbuatannya. Karena kecaman Yesus, mereka sering kali berusaha memancing dan mencari-cari kesalahan Yesus. Apalagi ketika Yesus mengadakan penyembuhan pada hari Sabat, seperti pada peristiwa Yesus menyembuhkan perempuan yang telah delapan belas tahun diikat iblis (Luk 13:16). Juga pada peristiwa lain di mana Yesus menyembuhkan orang yang mati sebelah tangannya pada hari Sabat, yang menyebabkan orang-orang Farisi bersekongkol untuk membunuh Yesus karena dalam pemahaman mereka, menurut hukum Taurat pada hari Sabat dilarang melakukan kegiatan selain beribadah kepada Allah (Mark 3:5).
Bagi orang-orang Farisi, Yesus dianggap membawa ajaran baru yang dipandang sebagai ancaman akan meniadakan hukum Taurat. Hal ini terjadi karena saat mengajar Yesus tidak seperti ahli-ahli Taurat. Yesus menyampaikan ajaran-ajaran yang menyempurnakan hukum Taurat. Oleh karena itu, para ahli Taurat ini menganggap bahwa Yesus menyalahkan pengajaran mereka. Apalagi ditambah oleh banyaknya orang yang berbondong-bondong datang kepada Yesus untuk mendengarkan pengajaran-Nya membuat para ahli Taurat merasa semakin terancam kehilangan pengikutnya.
Hati mereka yang tertutup oleh iri hati dan kemarahan kepada Yesus, membuat mereka tidak dapat menangkap maksud perkataan Yesus yang menegaskan bahwa Ia datang untuk menggenapi hukum Taurat. Padahal secara tegas Yesus menyatakan bahwa selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titikpun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, tetap mempunyai kekuatan sebelum semuanya terjadi (Mat 5:18). Yesus dengan keras menyatakan bahwa siapa yang meniadakan salah satu perintah hukum Taurat sekalipun yang paling kecil, dan mengajarkannya kepada orang lain, ia akan menduduki tempat yang paling rendah di dalam Kerajaan Sorga.
Kita harus waspada agar kita tidak bersikap seperti orang-orang Farisi yang lebih mementingkan berdebat dan menjaga kemurnian ajaran Taurat, tetapi kurang dapat mewujudkannya secara nyata dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui Firman Allah yang kita baca dan kita renungkan setiap hari, hal itu bukanlah semata-mata hanya untuk memahami dan mendalami Alkitab. Kita tidak boleh hanya berhenti sebagai pembaca ataupun pendengar Firman Allah. Tetapi kita harus dapat mewujudkan ajaran “Kasih Yesus” secara nyata dalam setiap perjumpaan kita dengan sesama. Kita dipanggil untguk menjadi pelaku-pelaku Firman (Yak 5:22). (Thonny)
Doa : Ya Tuhan, kami bersyukur karena dapat mengikuti dan mengimani Yesus yang hadir ke dunia untuk menggenapi ajaran Taurat. Mampukanlah kami agar dapat dapat memahami ajaran kasih-Nya dan dapat melaksanakannya.
Janji : “Megahkanlah TUHAN, hai Yerusalem, pujilah Allahmu, hai Sion! Sebab Ia meneguhkan palang pintu gerbangmu, dan memberkati anak-anakmu di antaramu (Maz 147:12-13)
Pujian: Santa Perpetua seorang bangsawan dari Kartago Afrika Utara, bersama budaknya yang bernama Santa Felisitas ditangkap dan dipenjara karena menolak menyembah dan memberikan persembahan kepada dewa-dewi sebagaimana diperintahkan oleh Kaisar. Mereka dibaptis di penjara, dan setia sampai mati demi mempertahankan imannya kepada Kristus.
Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ