YESUS DATANG UNTUK MENYELAMATKAN UMAT MANUSIA

04 February 2024

Minggu, 4 Februari 2024

Ayub 7:1-4.6-7

Mazmur 147:1-2.3-4.5-6

1Korintus 9:16-19.22-23

Markus 1:29-39


"Marilah kita pergi ke tempat lain, ke kota-kota yang berdekatan, supaya di sana juga Aku memberitakan Injil, karena untuk itu Aku telah datang." --- Markus 1:38


ALLAH BAPA menginginkan agar manusia ciptaan-Nya hidup bahagia. Pada awal terciptanya, manusia mempunyai kodrat yang utuh dan teratur yang terbebas dari hawa nafsu, penguasaan duniawi, dan keinginan menonjolkan diri.  (KGK.377) Namun karena jatuh ke dalam dosa, manusia kehilangan rahmat kekudusan Allah dan kehilangan aneka berkat preternatural. (KGK.405) Karenanya sifat kedagingan menjadi identik dan melekat pada manusia. Manusia cenderung terjatuh ke dalam dosa. Karena dosa inilah maka tercipta jurang pemisah yang besar yang menjauhkan manusia dengan Allah. Karena dosa, manusia kehilangan kemuliaan Allah. Karena dosa pula manusia menjadi tidak berbahagia.

Namun Allah tetap setia dengan janji-Nya yaitu ingin agar manusia hidup bahagia. Oleh karena itu Allah telah mengutus para nabi, pelihat, dan rasul untuk mengingatkan manusia agar bertobat dan jangan berbuat dosa lagi. Namun manusia selalu kembali terjatuh ke dalam dosa. Banyak utusan Allah yang ditolak dan bahkan dibunuh oleh manusia.

Hingga akhirnya Allah mengutus Anak-Nya Yang Tunggal turun ke bumi, menjelma menjadi manusia. Untuk menyelamatkan umat manusia dari kuasa dosa. Sebagai Anak Allah, Yesus diberi kuasa oleh Bapa. (Mat 28:18)

Yesus berkuasa di surga dan di dunia. Yesus berkuasa atas penyakit, setan dan kematian yang membuat sengsara dan menakutkan bagi manusia. Dengan kuasa-Nya, Yesus telah menyembuhkan manusia dari berbagai penyakit dan mengusir setan yang merasuki, mengganggu dan menyengsarakan hidup manusia. (Mrk 1:29-34)

Kekuasaan dan kemuliaan Tuhan Yesus semakin nyata ketika Yesus bisa mengalahkan maut dengan kebangkitan-Nya dari kematian. (Matius 28:6; Lukas 24:6; Markus 16:6). Karya penyelamatan manusia oleh Tuhan Yesus ini menjadi Kabar Baik baik bagi umat manusia. Melalui hidup, penderitaan, kematian dan kebangkitan-Nya manusia telah dibebaskan dari kuasa dosa. Yesus memang hadir ke dunia ini untuk menyelamatkan umat manusia. (Mrk 1:38) Penyelamatan oleh Tuhan Yesus inilah yang kita imani sehingga kita (manusia) terbebas dari belenggu dosa. Dengan mengimaninya, berarti kita telah menjadi pengikut Tuhan Yesus.

Sebagai manusia yang diselamatkan oleh Tuhan Yesus, adalah menjadi tugas kita sebagai murid-Nya untuk meneruskan mewartakan Injil (Kabar Baik) kepada banyak orang di sekitar kita melalui karya hidup kita. Melalui perkataan dan perbuatan kita yang nyata dalam kegiatan sehari-hari. Dalam mewartakan Kabar Baik kita hendaknya melakukannya seturut teladan hidup Tuhan Yesus. Pada Bacaan Injil hari ini (Mrk 1:35), seperti yang telah Tuhan Yesus sendiri lakukan, kita diingatkan agar selalu mengawali karya keseharian kita dengan berdoa. Bacaan Pertama hari ini juga mengingatkan kita bahwa hidup keseharian kita adalah berat. Sementara kita, manusia adalah lemah dan cenderung berdosa. Oleh karena itu doa menjadi hal yang penting dan harus dilakukan. Kita perlu berdoa, kita mohon petunjuk, bimbingan dan kekuatan dari Allah agar kita mampu melaksanakan tugas pewartaan Kabar Baik sesuai rencana-Nya.

Tugas kita adalah hanyalah mewartakan Kabar Baik, apapun hasil dari pewartaan itu hendaknya kita selalu berserah kepada kehendak Allah. "Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu." (Luk 1:38) Ibarat menyebar biji sesawi, berhasilnya biji sesawi itu hidup, tumbuh, berkembang dan besar menjadi pohon adalah semata menjadi kuasa Allah. (Hadi Karyono).

 

DOA: ”Ya Tuhan, kami hanyalah manusia yang lemah. Kami sering terjatuh ke dalam dosa. Bahkan untuk mengawali hari dengan berdoa pun sering kami abaikan. Kami sering terjatuh dalam hidup duniawi kami. Kami lebih sering mengawali hari dengan meraih HP. Ya Allah, ampunilah kami yang lemah ini. Utuslah Roh Kudus-Mu untuk senantiasa menerangi dan mempimpin setiap langkah hidup kami agar kami selalu dekat dengan-Mu, ya Allah yang selalu menghendaki kami hidup bahagia. Dalam nama Yesus kami berdoa dan memohon. Amin.”

JANJI: “Besarlah Tuhan kita dan berlimpah kekuatan, kebijaksanaan-Nya tak terhingga.” - Mazmur 147:5

PUJIAN: Tiga kali dalam sehari yaitu pada pkl.06:00, 12:00 dan 18:00 umat Katolik sering mendaraskan Doa Malaikat Tuhan. Apa sebenarnya doa ini? Nama “Malaikat Tuhan” diambil dari kata pertama dalam doa asli “Angelus Domini Nuntiavit Mariae” (diterjemahan sebagai: “Malaikat Tuhan yang menyampaikan kabar sukacita kepada Bunda Maria.”) Sebelum abad ke-11, negara Italy memiliki kebiasaan untuk mendaraskan tiga kali doa Salam Maria sebagai bentuk penghormatan kepada Bunda Maria, Bunda Allah. Doa ini dilantunkan menjelang malam saat lonceng biara Fransiskan lokal berbunyi sebagai tanda untuk melakukan compline (doa malam). Pada waktu itu, lonceng gereja sering digunakan sebagai alat komunikasi. Ketika lonceng gereja berdentang, itu menandakan waktu untuk berhenti sejenak dan berdoa. Setelah doa malam, pastor akan berdoa tiga Salam Maria dan bermeditasi tentang misteri Inkarnasi.

Seiring berjalannya waktu, para biarawan mendorong umat Katolik di wilayah mereka untuk mengakhiri setiap hari dengan cara yang sama dengan mendoakan tiga Salam Maria. Praktik ini segera menyebar ke bagian-bagian lain dunia Kristen, termasuk Inggris. Awalnya doa ini hanya dilakukan pada saat menjelang malam hari saja. Doa ini berfungsi sebagai tanda pengingat waktu bagi orang-orang Kristen untuk berhenti sejenak, dalam aktivitas mereka dan merenungkan misteri inkarnasi Yesus Kristus. Praktik melafalkan tiga Salam Maria ini kemudian tumbuh menjadi devosi yang lebih besar. Akhirnya, praktik ini diperluas hingga dilakukan pada pagi hari, kemudian juga dilakukan pada saat siang hari. Selanjutnya doa ini dilakukan tiga kali dalam sehari yaitu pagi, siang dan terakhir dilakukan pada saat sore hari. Pada abad ke-16, Paus Pius V menetapkan waktu yang ditentukan, untuk mengucapkan doa Malaikat Tuhan, yaitu pukul 6 pagi, pukul 12 siang, dan pukul 6 sore. Meskipun doa yang didaraskan sama, namun maksud dan tujuannya berbeda. Doa “Malaikat Tuhan” pagi ditujukan untuk menghormati kebangkitan Kristus. Bersama Kristus kita memulai hari dengan semangat kebangkitan.

Doa “Malaikat Tuhan” siang hari dimaksudkan untuk menghormati sengsara Kristus. Di tengah pekerjaan kita yang berat, agar kita senantiasa ingat Kristus yang telah menderita dan berkorban bagi kita. Sedangkan Doa “Malaikat Tuhan” sore bertujuan agar kita senantiasa menghormati penjelmaan (inkarnasi) Allah menjadi manusia. Terlebih saat kita hendak beristirahat, agar kita selalu ingat bahwa Allah selalu tinggal beserta kita. Pada Masa Paskah, Doa “Malaikat Tuhan” diganti dengan Doa “Ratu Surga”.

Penanggung Jawab RH: Komunitas MBA (Mari Baca Alkitab)

Tutup Jendela
Donasi

Darurat : Banjir Jakarta 100 Rumah Terdampak

27%
Terkumpul Rp. 27.791.000
Goal Rp. 100.000.000
Donatur 207 kebaikan
Doa 178 doa

Pilih jumlah donasimu

Rp.