YESUS MATA AIR KEHIDUPAN

12 March 2023

Minggu, 12 Maret 2023

Keluaran 17:3–7

Mazmur 95:1-2, 6-7, 8–9

Roma 5:1–2, 5–8

Yohanes 4:5–42


“Tetapi barangsiapa minum air yang akan Kuberikan kepadamu, ia tidak akan haus untuk selama-lamanya. Sebaliknya air yang akan Kuberikan kepadanya, akan menjadi mata air di dalam dirinya, yang terus menerus memancar sampai kepada hidup yang kekal.” --- Yohanes 4 : 14


AIR SANGAT dibutuhkan oleh semua makhluk hidup, lebih-lebih manusia, baik untuk minum, kebersihan badan, keperluan rumah tangga, industri dan lain-lain. Manusia tidak bisa lepas dari air karena air merupakan salah satu kebutuhan pokok dalam hidup manusia. Bahkan menurut penelitian manusia dapat bertahan hidup lebih lama tanpa makanan daripada tanpa air. Namun selain tubuh yang memerlukan air, sebagai pengikut Kristus, jiwa dan roh kita juga memerlukan air yaitu air kehidupan yang berasal dari Tuhan. Seperti perempuan Samaria yang berjumpa dengan Yesus di sumur Yakub. Awalnya perempuan Samaria ini tidak mengenal Yesus dan datang ke sumur untuk menimba air untuk memenuhi kebutuhannya. Dari percakapan tentang air untuk minum sampai akhirnya Yesus menawarkan sesuatu yang lebih besar yaitu air kehidupan kekal yang bersumber dari Yesus sendiri. Yesuslah mata air itu yang mampu memberi kehidupan serta membersihkan dan memulihkan manusia. Dan kita menerima air kehidupan ini saat kita dibaptis. Air baptis merupakan simbol perubahan hidup kita dari yang lama menjadi manusia baru, yang lepas dari dosa asal manusia. Saat dibaptis ini kita menerima Roh Kudus yang membantu kita agar air kehidupan terus mengalir dalam diri kita. Selain itu kita juga harus semakin mendekatkan diri pada Tuhan dan tinggal di dalam-Nya. Hari ini merupakan hari minggu Prapaskah III, dimana masa Prapaskah merupakan waktu yang tepat bagi kita untuk semakin mendekatkan diri pada Yesus, dengan berusaha menjauhkan diri dari hal-hal yang dapat mengganggu hubungan kita dengan Yesus. Di masa Prapaskah juga membawa kita untuk lebih mengenal Yesus Sang Air Kehidupan dengan lebih istimewa sehingga kita dapat lebih mengimani-Nya dan membuka hati kita untuk kehadiran-Nya. (KKO).

DOA: “Allah Bapa Yang Maha Kasih, kami bersyukur dan berterima kasih karena telah memberi Yesus yang merupakan sumber air kehidupan bagi kami. Bawa kami untuk semakin dekat dengan Yesus sehingga kami boleh memancarkan air kehidupan kepada banyak orang melalui perkataan dan perbuatan kami. Amin.”

JANJI: “Biarlah kita menghadap wajah-Nya dengan nyanyian syukur, bersorak-sorak bagi-Nya dengan nyanyian mazmur.” Mazmur 95:2

PUJIAN: Santa Seraphina lahir di sebuah kota kecil di Italia bernama San Geminiano. Ia berasal dari keluarga berada yang jatuh miskin. Seraphina tumbuh menjadi anak yang murah hati dalam kemiskinannya. Ia selalu menyisihkan makanannya untuk dibagikan pada orang-orang miskin di kotanya. Siang hari ia bekerja untuk membantu membayar hutang keluarganya dan di malam hari ia berdoa lama kepada Yesus dan Maria. Saat masih muda ayahnya meninggal dan kemudian ia terkena penyakit yang membuatnya cacat dan lumpuh, ia tidak bisa bergerak sama sekali dan mengalami rasa sakit atas penyakitnya. Untuk bisa mengurangi rasa sakitnya ia selalu merenungkan sengsara Yesus, dan ia terus melakukannya sampai ia dipanggil Tuhan.

Penanggung Jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ

Tutup Jendela
Donasi

Darurat : Banjir Jakarta 100 Rumah Terdampak

27%
Terkumpul Rp. 27.791.000
Goal Rp. 100.000.000
Donatur 207 kebaikan
Doa 178 doa

Pilih jumlah donasimu

Rp.