YESUS MENGUTUS MURID-MURIDNYA

27 September 2023

Rabu, 27 September 2023

Ezra 9:5-9

Tobit 13:2.3-4a.4bcd.5.8

Lukas 9:1-6


“Lalu pergilah mereka dan mengelilingi segala desa sambil memberitakan injil dan menyembuhkan orang sakit di segala tempat.” --- Lukas 9:6


SESUAI BACAAN hari ini, Tuhan Yesus memanggil dan mengutus kedua belas murid-Nya, lalu memberikan tenaga dan kuasa kepada mereka untuk memberitakan Injil dan menyembuhkan orang-orang yang mereka temui. Tuhan Yesus mengutus mereka, karena pengajaran yang diberikan Yesus kepada mereka sudah dirasa cukup dan mereka perlu mempratekkan secara langsung dalam kehidupan nyata. Pengutusan ini tidak hanya berhenti sampai disitu, tetapi berlanjut setelah Yesus bangkit dari kematian, dan sebelum kembali ke sorga, Tuhan Yesus kembali menegaskan kembali perintah-Nya yaitu: “Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi. Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman. (Matius 28:18-20).

Perintah agung ini juga diwariskan kepada kita selaku pengikut Kristus. Bagaimana kita melaksanakan perintah Yesus ini di komunitas Gereja? Gereja di paroki kami mencoba mewujudkan perintah Yesus dalam melakukan pewartaan dengan membuka komunitas Kursus Evangelisasi Pribadi (KEP) dan Emmaus Journey (EJ). KEP ini dijalani peserta selama 3 bulan dengan metode pengajaran dari pengajar lulusan Kursus dari Misi Evangelisasi, KPKS (Kursus Pendalaman Kitab Suci) atau yang sudah berpengalaman dalam pengajaran iman katolik, sedangkan Emmaus Journey ini dijalani peserta selama 9 bulan dengan metode dimana fasilitator membantu peserta untuk membuat jurnal dan memahami materi pada 4 buku EJ dengan cara sharing dari peserta. 4 Buku EJ berisi perjalanan menuju hidup mendasar, perjalanan menuju hidup berbuah, perjalanan menuju hidup terfokus dan tujuh sabda terakhir Yesus di kayu salib. Kedua komunitas ini sungguh berbuah sehingga para peserta merasakan perubahan pribadi dalam pelayanan baik di gereja maupun di wilayah. Hubungan peserta satu sama lain menjadi lebih erat dan akrab, mereka saling mendukung satu sama lain. Di akhir kursus mereka akan mengikuti Retret Pengutusan oleh Bapak Uskup atau Romo yang mewakili Bapak Uskup. Setelah pengutusan mereka diharapkan mempunyai semangat dalam pelayanan dan pewartaan baik di wilayah dan Gereja bahkan di luar paroki. (SIW).

 

DOA: ”Tuhan Yesus, kami sungguh berterima kasih karena kami boleh ikut dalam komunitas KEP dan EJ, sehingga iman, harapan dan cinta kami semakin bertumbuh kepada-Mu. Engkau selalu hadir di dalam hidup kami. Semoga dengan talenta yang telah Engkau berikan, kami terus berkobar-kobar dalam melayanimu Tuhan, melalui sesama kami di wilayah, Gereja dan di luar paroki. Demi Kristus, Tuhan dan pengantara kami, Amin.”

JANJI: ”Wartakanlah kebesaran-Nya di sana, agungkanlah Dia di hadapan segala yang hidup, Sebab Dialah Tuhan kita dan Allah, Ia adalah Bapa kita untuk selama-lamanya.” - Tobit 13:4

PUJIAN: Vincentius A Paulo lahir tanggal 24 April 1581 di desa kecil Puoy, Dax, Prancis Selatan, dari keluarga petani miskin. Sejak kecil ia membantu kerja sebagai penjaga ternak. Vinsensius bisa bersekolah karena ada bantuan dana dari seorang bangsawan. Pada umur 15 tahun, ia bersekolah di kota Dax, sebelum menyelesaikan teologi, ia ditahbiskan sebagai imam (romo) pada tanggal 23 September 1600, dan menyelesaikan sarjana teologi di kota Toulouse pada tahun 1604. Vincentius mendirikan “romo-romo CM” pada tanggal 17 April 1625. CM merupakan singkatan dari Congregatio Missionis, kelompok romo dan bruder yang bertugas mewartakan sabda Tuhan di desa-desa yang tidak terlayani oleh imam. Vincentius juga mendirikan serikat Suster Puteri Kasih (PK) tahun 1633 bersama Santa Luisa de Marillac. Suster Puteri Kasih memiliki ciri khas berkarya merasul, berkeliling dari pelosok desa ke desa atau di kampung-kampung kota, mengunjungi, merawat dan melayani orang-orang miskin. Selain CM dan PK, Vincentius juga mendirikan Asosiasi Persaudaraan Cinta Kasih yang pada zaman itu (abad ke-17) anggota-anggotanya terdiri dari ibu-ibu bangsawan di Prancis. Di Indonesia, asosiasi ini disebut AIC (Asosiasi Ibu-ibu Cinta Kasih).

Penanggung Jawab RH: Komunitas MBA (Mari Baca Alkitab)

Tutup Jendela
Donasi

Darurat : Banjir Jakarta 100 Rumah Terdampak

27%
Terkumpul Rp. 27.791.000
Goal Rp. 100.000.000
Donatur 207 kebaikan
Doa 178 doa

Pilih jumlah donasimu

Rp.