YESUS MENYUCIKAN BAIT ALLAH

09 November 2019

S A T U   P E R J A M U A N

Edisi  NOVEMBER 2019


 

Sabtu, 9 November 2019

Yehezkiel 47:1-2,8-9,12

Mazmur 46:2-3,5-6,8-9

1 Korintus 3:9b-11,16-17

Yohanes 2:13-22

 

"Tetapi yang dimaksudkan-Nya dengan Bait Allah ialah tubuh-Nya sendiri."  ----  Yohanes 2:21

 

“BAIT SUCI” dapat memberikan pemahaman gereja sebagai struktur atau bangunan. Tetapi “Bait Allah” (ayat 19-21) menggambarkan bagaimana Allah yang memenuhi, Allah mendiami bait tersebut. Jadi bukan lagi membicarakan gereja sebagai gedung bangunan. Yesus Kristus dengan teliti memimpin kita semua untuk memahami apa itu Bait Allah yang sejati.

Yesus dengan tegas menegur orang-orang yang mengotori Bait Allah dengan jualan mereka (ayat 13-18). Bait Allah dibangun dengan tujuan sebagai tempat perjumpaan antara Allah dan manusia. Bait Allah adalah tempat berdoa, tempat di mana kita dapat bertemu dengan Allah dalam keheningan. Dalam hal ini kita diminta untuk menunjukkan cinta kita dengan mengambil bagian dalam menjaga kebersihan dan keindahan gereja kita supaya dapat menjadi tempat yang nyaman untuk beribadah bukan justru mencemarkannya dengan segala kepentingan pribadi kita.

Dan Tuhan mengingatkan kita bahwa  Bait Allah adalah tubuhNya sendiri  yaitu kita semua anak-anakNya (Yoh 2:19-21). Tuhan menunjukkan kepada kita betapa berhargainya kita di mataNya. Betapa Dia menciptakan kita secitra dengan-Nya. Karena itu kita harus senantiasa untuk menjaga martabat kita sebagai manusia yang suci dan luhur, serta dengan tidak mencemarkan diri kita dengan kesenangan dunia yg sesaat saja.

Karena itu mari kita, di satu sisi kita menjaga bangunan gereja kita menjadi tempat yang bersih dan layak bagi kita untuk berjumpa dengan Allah dan di sisi lain kita juga harus menata hati dan pikiran kita agar menjadi tempat yang pantas dan layak bagi Tuhan untuk bertahta di dalamnya, karena kita adalah Bait-Nya. (JRS)

 

Doa:    Tuhan, biarlah melalui rahmatMu, Engkau mampukan kami untuk senantiasa menjaga kebersihan rumahMu agar menjadi tempat yang layak bagi kami bertemu dengan Engkau dan bantu kami untuk dapat menjaga kebersihan diri kami dari segala pencemaran dunia sebagai baitMu yang kudus.

Janji:   “Dan biarlah kamu juga dipergunakan sebagai batu hidup untuk pembangunan suatu rumah rohani, bagi suatu imamat kudus, untuk mempersembahkan persembahan rohani yang karena Yesus Kristus berkenan kepada Allah”.  ----  1 Petrus 2:5.

Pujian: Pak Markus  adalah seorang perokok berat sejak masa mudanya. Pada suatu Misa Syukur, dia mendengarkan khotbah pastor tentang tubuh kita sebagai bait suci Allah yang kudus yang harus dijaga, dijauhi dari segala bentuk pencemaran dunia. Pak Markus tersentuh dengan kotbah tersebut, dan keesokan harinya ia mengambil keputusan dan berjanji kepada istrinya bahwa dia tidak akan merokok lagi, selain menjaga kesehatan juga ingin jadi Bait suci-Nya.

 

Disusun oleh suatu Team

Di bawah koordinasi dan tanggung jawab Rm. Subroto Widjojo, SJ

Tutup Jendela
Donasi

Darurat : Banjir Jakarta 100 Rumah Terdampak

27%
Terkumpul Rp. 27.791.000
Goal Rp. 100.000.000
Donatur 207 kebaikan
Doa 178 doa

Pilih jumlah donasimu

Rp.