YESUS SAHABATKU
09 May 2021
Minggu, 9 Mei 2021
Minggu Paskah VI
Kisah Para Rasul 10:25-26, 34- 35, 44-48
Mazmur 98:1,2-3ab, 3cd-4 1
Yohanes 4:7-10 Yohanes 15:9-17
“Kamu adalah sahabat-Ku, jikalau kamu berbuat apa yang Kuperintahkan kepadamu.” Yohanes 15:14
PERSAHABATAN YANG dijalin oleh seseorang dengan orang lain, pasti mempunyai manfaat yang saling menguntungkan. Entah itu berhubungan dengan jasmani, untuk kemajuan usaha atau bisnis maupun berhubungan dengan rohani, untuk memberi semangat hidup dalam keseharian. Syarat persahabatan manusia adalah ‘saling’ menguntungkan untuk memberi dan menerima dalam hubungan persahabatan itu. Bayangkan jika ada seseorang yang maunya diberi tanpa mau memberi, dia akan sulit mempunyai sahabat.
Bacaan Injil hari ini, Tuhan Yesus mengajarkan kepada kita untuk menjadi sahabat bagi siapapun, dengan memberi dan hanya memberi tanpa mengharapkan kebaikan itu kembali kepada kita. Dengan bersahabat kita bisa lebih jauh mewartakan Tuhan lebih mendalam, sehingga sukacita benar-benar dialami.
Hari ini Tuhan Yesus menyatakan bahwa Dialah memilih kita, bukan kita yang memilih Dia (Yoh 15:16). Kita dipilih tidak untuk dijadikan hamba’ melainkan sahabat (Yoh 15:14).
Kalau kita menjadi ‘sahabat’ Yesus dan Yesus menjadi ‘Sahabat’ kita, kita perlu menyadari bahwa persahabatan sejati itu berdasar:
- Saling menghargai dan menghormati;
- Saling mempercayakan diri kepada satu sama lain.
Yesus ‘Sang Sahabat sejati’ , yang melandasi hubungan-Nya dengan kita oleh kasih, menurutNya “Tidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih yang seseorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya” (Yoh 15:13). Maka dasar hubungan persahabatan sejati tiada lain ialah Allah sendiri, yang ‘adalah kasih’ (1 Yoh 4:7-16). Tidak mengherankan kalau Yesus memerintahkan agar kita saling mengasihi ‘antar sesama sahabat’: “Inilah perintah-Ku, yaitu supaya kamu saling mengasihi, seperti Aku telah mengasihi kami!” (Yoh 15:12).
Mari kita memberi diri untuk menjadi sahabat satu sama lain berbagi Kasih Allah kepada semua orang. Tetaplah tinggal di dalam Yesus untuk menimba aliran Kasih-Nya yang memberikan kekuatan kepada kita dalam melestarikan persahabatan baik dengan-Nya maupun dengan sesama kita. (TDU)
DOA: “Tuhan Yesus, berilah kami kekuatan untuk melaksanakan perintah-MU, yakni ‘perintah kasih’.”
JANJI: “Dan Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap, supaya apa yang kamu minta kepada Bapa dalam nama-Ku, diberikan-Nya kepadamu.” Yohanes 15:16
PUJIAN: Para petugas medis yaitu para dokter, perawat, relawan relawati setia melayani penderita Covid-19, karena hati mereka telah dijamah oleh Kasih Ilahi.
Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ