YESUS SEBAGAI SUMBER DAYA DORONG SEJATI
04 April 2018
Rabu, 4 April 2018
Kisah Para Rasul 3:1-10
Mazmur 105:1-2,3-4,6-7,8-9
Lukas 24:13-35
"Bukankah hati kita berkobar-kobar, ketika Ia berbicara dengan kita di tengah jalan dan ketika Ia menerangkan Kitab Suci kepada kita?" ---- Lukas 24:32
DALAM HIDUP ini, kita perlu memiliki semangat atau motivasi (daya dorong). Ada dua sumber :
- pertama : motivasi eksternal, berasal dari luar, seperti uang, pangkat, dan penghargaan (kekayaan, derajat dan kehormatan).
- Kedua : motivasi internal, yang berasal dari dalam , misalnya terdorong untuk mengasihi, berpeduli, tergerak hati dls. Sumber motivasi internasl ialah
Di antara keduanya, tentu saja sumber motivasi internal lebih berdaya-guna dan rohani sifatnya, karena dorongannya muncul dari dalam. Bagi kita motivasi internasil haruslah dari iman kita, yakni hasilolahan rohani kita meneladan kepribadian Kristus.
Dalam bacaan Injil hari ini, diceritakan tentang ke dua murid Yesus yang pulang ke Emaus karena mengalami kekecewaan, karena Yesus ternyata telah ditangkap dan mati di salibkan, padahal mereka mengharapkan Yesus menjadi Mesias duniawi, sehingga mereka pun akan mendapatkan kedudukan dan kehormatan dalam kerajaan Mesiaa duniawi itu. Di tengah jalan, mereka berjumpa dengan sosok Yesus, tetapi mereka tidak mengenali-Nya. Yesus lah yang mengajar mereka dan meluruskan motivasi mereka yang salah itu dalam hal merindukan Yesus.
Bila kita lihat, sabda dan penjelasan dari Yesus tentang ‘siapa sebenarnya Mesias itu’ merupakan perjumpaan pribadi yang memurnikan dan meluruskan motivasi mereka. Karenanya mereka berdua lalu mengatakan "Bukankah hati kita berkobar-kobar, ketika Ia berbicara dengan kita di tengah jalan dan ketika Ia menerangkan Kitab Suci kepada kita?" (Luk 24: 22).
Motivasi internal inilah merupakan daya-dorong rohani bagi keduanya untuk segera kembali ke Yerusalem, meski sudah lama, untuk berbagi pengalaman iman Kebangkitan : “Yesus sudah bangkit”, kepada para murid Yesus yang lain.
Para rasul pun melayani umat dengan motivasi rohani. Mereka tidak mencari kekayaan atau kedudukan ataupun kehormatan, tetapi tujuannya adalah untuk melayani umat dengan Sabda Keselamatan dan pelayanan kesembuhan. Hal ini terungkap dalam pada saat Petrus menyembuhkan orang lumpuh di dekat pintu gerbang Bait Allah: "Emas dan perak tidak ada padaku, tetapi apa yang kupunyai , kuberikan kepadamu: Deminama Yesus Kristus, orang Nazaret itu, berjalanlah!" (lih. Kis 3:6). (DAG)
Doa: Tuhan Yesus, bakarlah semangat kami untuk terus mau melakukan pelayanan dengan sepenuh hati. Bukan untuk tujuan yang menguntungkan diri sendiri, tetapi semua hanya untuk kemuliaan nama-Mu.
Janji: “Bermegahlah di dalam nama-Nya yang kudus, biarlah bersuka hati orang-orang yang mencari TUHAN!” ---- Mazmur 105:3
Pujian: Santo Petrus, engkau melayani Tuhan Yesus secara luar biasa. Engkau melakukannya karena gerak hati yang murni, bukan untuk mencari kemuliaan dan kekayaan pribadi.
Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ