YESUS SETIA MENYERTAI KITA
23 June 2020
Selasa, 23 Juni 2020
2 Raja 19:9b-11, 14-21,31-35a, 36
Mazmur 48:2-4, 10-11
Matius 7:6, 12-14
“Karena sesaklah pintu dan sempitlah jalan yang menuju ke kehidupan, dan sedikitlah yang mendapatkannya” --- Matius 7:14
PERNAHKAH YESUS berjanji bahwa hidup kristiani itu mudah? Yesus belum pernah bersabda bahwa kita tidak akan bebas dari masalah, bila kita memilih untuk mengikuti Yesus melewati “pintu yang sempit itu”. Tiap hari selalu ada godaan beraneka ragam: memilih untuk mengasihi atau membenci sesama kita, membantu yang membutuhkan uluran tangan kita atau cuek saja tak peduli, patuh akan Perintah-perintah Allah atau masa bodoh, menjadi juru damai dan sarana rekonsiliasi atau justru memperlebar jarak dan menambah perpecahan. Memilih ikut melewati ‘jalan sempit dari Yesus’ bisa berarti menghadapi frontal pengejaran dan penganiayaan sebagai mana dialami oleh beberapa umat, dulu dan saat ini.
Lalu bagaimana? Bagaimana kita bisa memahami tentang Diri Yesus itu dan hidup baru yang Ia telah berikan kepada kita? Pantas dan patutkah kita masih mau menerima dan menghayatinya? Bila kita tanyakan hal ini kepada semua umat Kristiani sebelum kita, tentu mereka sebulat hati dan penuh syukur, menjawab “Ya”! Umat kristiani sebelum kita tidak sedikit yang telah menapaki ‘jalan sempit itu’ dan ada yang tetap tegar mengalami penderitaan yang jauh lebih berat dan banyak dibanding dengan kita! Mengapa mereka itu menanggapinya demikian? Sebab mereka tahu dan menyadari bahwa Yesus sendiri ikut berjalan menyertai mereka. Dan hal itu yang membuat perbedaan besar antara rasa frustrasi tanpa harapan dan penghiburan, antara kekalahan dan kemenangan!
Sebagai pengikut Yesus, kita perlu sadar, langkah setapak apapun yang telah kita pilih, Yesus selalu menyertai kita! Percayakah anda bahwa sang Putera Allah itu telah meratakan jalan bagi kita dan memberi kita segala yang kita butuhkan untuk mengikuti-Nya ! Coba saja, hiduplah tanpa Yesus dan anda akan memiliki martabat yang terhormat dan memiliki nilai hidup? Silahkan coba!
Yang dijanjikan Yesus ialah bahwa Dia tak akan pernah meninggalkan kita. Ya tak pernah! Juga kalau kita hidup tak-setia, acak-acakan dan bobrok! Ia tetap setia pada janji-Nya. Dia-lah sang Kesetiaan. Belas kasih-Nya akan selalu ada dan tertuju kepada kita! Dan kekuatan-Nya akan selalu memampukan kita. Demikianlah besarya kasih dan cinta-Nya kepada kita!
DOA: Ya Yesus, terima kasih sekali, Engkau telah berkenan janji untuk setia menyertaiku sampai akhir zaman!
JANJI: “Allah bagi kita tempat perlindungan dan kekuatan, sebagai penolong dalam kesesakan, sangat terbukti” --- Mazmur 46:2
PUJIAN: Jack dan Johnny setelah di Perguruan Tinggi meninggalkan Gereja. Ibunya, ‘single mom’; sangat sedih dan hanya dapat berdoa untuk keduanya. Suatu weekend sebagaimana sebelumnya mereka berdoa ‘dolan’ sampai minggu malam. Suatu Minggu sore, langit mendung hitam. Mereka putuskan segera pulang dengan mobilnya. Di tengah jalan, diguyur hujan deras. Mereka melihat seseorang tua dengan jas hujan dan payung berjalan di depan. Mereka berhenti dan meminta bapak itu masuk ke mobil. Ternyata bapak itu mau ke gereja menghadiri Misa terakhir. Bapak tua itu berterima kasih dan masuk Gereja, dan kedua anak di luar. Akhirnya mereka memutuskan masuk ke dalam Gereja, yang telah sekian tahun tak pernah mereka kunjungi. Pada waktu kotbah dan Konsekrasi, hati mereka berdua bersemangat dan berkobar. Mereka menemukan jalan kembali yang ‘dituntun’ oleh bapak tua yang tak mereka kenal, mereka temukan di tengah jalan.
Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ