YESUS SUMBER KESEMBUHAN BAGI ORANG PERCAYA

10 July 2023

Senin, 10 Juli 2023

Kejadian 28:10-22a

Mazmur 91:1-4, 14-15ab; R:2b

Matius 9:18-26

 

"Karena katanya dalam hatinya: “Asal kujamah saja jubah-Nya, aku akan sembuh." ---- Matius 9:21


HINGGA HARI INI, mukjizat kesembuhan, umumnya kesembuhan fisik, sangat dinanti-nantikan oleh banyak orang. Mereka akan datang dari berbagai tempat menuju kemanapun, di tempat dimana terjadinya mukjizat kesembuhan, baik di dalam negeri seperti di Gereja Lembah Karmel Cikanyere maupun di luar negeri seperti di Gereja Lourdes di Perancis.

Selain tempat, orang yang sakit juga mencari keberadaan orang yang dapat menyembuhkan penyakit mereka. Yang saat ini viral di dalam negeri adalah kesembuhan yang dilakukan oleh Pendeta Andi Simon. Ia mampu menyembuhkan berbagai penyakit seperti kanker, kelumpuhan, buta dsb. Ia melakukan pelayanan kesembuhan di jalan-jalan, sehingga disebut sebagai pendeta penyembuh jalanan. Dan ada lagi seorang Ibu bernama Ibu Ida Dayak, Ia mampu menyembuhkan terutama dengan penyakit tulang bengkok.

Demikian juga dengan bacaan hari ini, setiap Tuhan Yesus hadir di suatu tempat, banyak orang yang datang untuk memohon kesembuhan fisiknya. Di tengah kerumunan orang banyak, ada seorang Ibu yang mengalami pendarahan selama 12 tahun ,yang menginginkan juga mendapat kesembuhan. Melihat penderitaan yang dialami dan lamanya penderitaan, kita dapat membayangkan betapa menderitanya Ibu ini dalam kehidupan ini. Ia harus menahan siksa dalam tubuhnya setiap hari. Walaupun tidak diceritakan dalam bacaan ini. Ibu inipun sebelum mendengar tentang Yesus, ia pasti sudah berusaha kemana-mana dan mengeluarkan banyak dana untuk mencari kesembuhan, tetapi penyakitnya tidak kunjung sembuh.

Ketika ia mendengar bahwa Yesus sanggup menyembuhkan segala penyakit, dengan segera ia mendatangi tempat dimana Yesus berada. Tetapi tempat itu sudah banyak orang yang mengerumuni Yesus, tetapi dengan penuh iman ia berkata dalam hatinya: "Asal kujamah saja jubah-Nya, aku akan sembuh." (Matius 9:21)

Iman dari ibu ini mendapat tanggapan dari Yesus, kata-Nya: "Teguhkanlah hatimu, hai anak-Ku, imanmu telah menyelamatkan engkau. Maka sejak saat itu sembuhlah perempuan itu (Matius 9:22).

Bercermin dari peristiwa ini, bahwa penderitaan karena penyakit, akan dialami oleh setiap manusia, karena berbagai faktor seperti bawaan sejak lahir, gaya hidup yang tidak sehat, kecelakaan, usia tua atau hal lain yang menyebabkan. Tetapi mukjizat kesembuhan itu akan selalu terjadi, jika kita sungguh-sungguh beriman kepada Yesus melalui permohonan doa dan berusaha mencari kesembuhan melalui medis. Semoga kesembuhan yang telah diterima oleh kita, bahwa kita semakin menyadari bahwa kita ini manusia yang penuh kelemahan, sehingga hanya bersandar kepada pertolongan Tuhan, hidup kita diselamatkan oleh-Nya. Walaupun penyembuhan secara fisik belum kita terima, tetapi kesembuhan bathinpun telah kita terima, bahwa lewat penyakit ini kita semakin berserah diri kepada Tuhan, dan memberikan kita kesempatan untuk merasakan penderitaan dan siksa, yang Tuhan Yesus terima dan alami di kayu salib dengan penuh penyerahan diri kepada Allah Bapa. (SIW).

 

DOA: ”Tuhan Yesus, terima kasih Engkau telah menyembuhkan kami atas segala penyakit kami dan bathin kami. Semoga lewat penderitaan ini, kami tetap bersuka cita bahwa Engkau senantiasa mengasihi kami. Semoga lewat penderitaan ini, namaMu dipermuliakan, Amin.”

JANJI: “akan berkata kepada TUHAN: "Tempat perlindunganku dan kubu pertahananku, Allahku, yang kupercayai." Sungguh, Dialah yang akan melepaskan engkau dari jerat penangkap burung, dari penyakit sampar yang busuk. Dengan kepak-Nya Ia akan menudungi engkau, di bawah sayap-Nya engkau akan berlindung, kesetiaan-Nya ialah perisai dan pagar tembok.” Mazmur 91:2-4

PUJIAN: Santa Veronika Yuliani (Veronica de Julianis) lahir di tahun 1660 di Mercatello di daerah Duchy di Urbino, Italy. Ia berasal dari keluarga saleh, orangtuanya adalah Francesco Giuliana dan Benedetta Mancini. Nama baptisnya adalah Ursula. Ibunya meninggal, ketika ia berusia 4 tahun. Setelah berkali-kali memohon, sang ayah yang tadinya berkeberatan, akhirnya mengijinkan dia memilih jalan hidupnya untuk mengabdi kepada Tuhan. Di usia 17 tahun, Veronika masuk ke biara Suster-suster Kapusin yang berlokasi di Citta di Castello, Umbria, Italia. Ajaran Santa Klara diresapinya dengan kerendahan-hati yang tulus. Tiga keutamaan kerendahan hati yang dipakai Veronika yaitu: kesabaran, ketaatan dan matiraga. Setelah menjadi anggota biara, kesuciannya semakin nampak. Ketika berusia 37 tahun, Veronika menerima stigmata. Selain itu, merasakan nyerinya memakai Mahkota Duri, dan percakapan batin lainnya dengan Tuhan. Hal itu lalu disampaikannya kepada atasan dan Bapa Pengakuannya. Santa Veronika meninggal dunia pada tahun 1727. Veronika Yuliani ditetapkan menjadi Santa oleh Paus Gregory XVI pada tahun 1839. Santa Veronika digambarkan selalu tampil dengan mahkota duri dan memikul salib.

Penanggung Jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ

Tutup Jendela
Donasi

Darurat : Banjir Jakarta 100 Rumah Terdampak

27%
Terkumpul Rp. 27.791.000
Goal Rp. 100.000.000
Donatur 207 kebaikan
Doa 178 doa

Pilih jumlah donasimu

Rp.