YESUS TIDAK WARAS LAGI?

23 January 2021

Sabtu, 23 Januari 2021 

Hari ke VI Pekan Doa Sedunia

Ibrani 9:2-3, 11-14

Mazmur 47:2-3, 6-9

Markus 3:20-21

 

“Waktu kaum keluarga-Nya mendengar hal itu, mereka datang untuk mengambil Dia, sebab kata mereka Ia tidak waras lagi” --- Markus 3:21

 

SESUDAH BERPUASA dan mengalami pencobaan dan setelah Yohanes Pembaptis ditangkap, mulailah Yesus meninggalkan Nazaret pergi ke Galilea tampil di masyarakat umum memberitakan ‘Bertobatlah sebab Kerajaan Allah sudah dekat’ (Mat 4: 17). Ia tampil sebagai ‘sang Guru’ dan ‘sang Penyembuh’. Yesus mengajar di rumah-rumah ibadat, memberitakan Injil Kerajaan Allah serta melenyapkan segala macam penyakit. “Maka orang banyak berbondong mengikuti Dia” (Mat 4:25). Lukas menulis, banyak sekali orang datang “untuk mendengarkan Dia dan untuk disembuhkan dari penyakit mereka dan juga mereka yang dirasuk oleh roh-roh jahat beroleh kesembuhan” (Luk 6:18-19).

Hari demi hari begitu sibuknya Yesus mengajar dan menyembuhkan sampai-sampai makan pun Ia tidak ada waktu. Maka tidak mengherankan kalau sanak keluarga-Nya merasa was-was akan kesehatan-Nya, sampai-sampai mereka datang untuk mengambil-Nya, “sebab, kata mereka, Ia tidak waras lagi” (Mrk 3:21).

Bagaimana kalau ada salah seorang anggota keluarga kita sendiri, setelah mengikuti banyak kursus dan seminar keagamaan, lalu bertekad menjadi pewarta dan penyembuh, pergi dari kota ke kota, diundang ke sana-sini mengisi “Kebangkitan Rohani Katolik” (KRK). Bisa saja kita yang menjadi familinya menjadi was-was. Ia menarik banyak umat. Ia nampaknya meyakinkan banyak orang bahwa dirinya ‘bisa menyembuhkan orang’, mempunyai ‘kuasa mengusir roh-roh jahat’. Kita perlu ‘waspada’.

Tetapi Yesus adalah Yesus. Bisa saja ‘Yesus’ dianggap orang yang tidak waras! Atau Dia memang Utusan Allah, ‘Putera Allah’, sang Mesias yang datang untuk menyelamatkan kita, dengan tanda dan karya yang Ia lakukan!

Pada peristiwa penyembuhan orang buta sejak lahir oleh Yesus, Sebagian orang Farisi mengatakan Yesus itu bukan datang dari Allah. Yang lain menyanggah, “bagaimana orang berdosa dapat membuat mukjizat yang demikian. ‘Ia seorang Nabi’ “ (Yoh 9:1-17).

Sewaktu Yesus menyatakan Diri-Nya adalah Gembala yang baik, lalu “timbullah pula pertentangan di antara orang-orang Yahudi,… ‘Ia kerasukan setan dan gila, mengapa kamu mendengarkan Dia’. Yang lain berkata, ‘Itu bukan perkataan orang yang kerasukan setan, dapatkah  setan memelekkan mata orang-orang buta?” “ (Yoh 10: 19-21).

Bagaimana tanggapan kita pribadi? (SW)

DOA: Ya Yesus, semoga aku tak akan pernah malu akan sabda dan karya-Mu!

JANJI: “Betapa lebihnya darah Kristus, yang oleh Roh yang kekal telah mempersembahkan Diri-Nya sendiri kepada Allah sebagai persembahan yang tak bercacat akan menyucikan nurani dari perbuatan-perbuatan yang sia-sia” --- Ibrani 9:14

PUJIAN : Untuk Hari ke VI : Berpegang pada firman-Nya, ‘Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap” (Yoh 15:16b). “Buahnya” ialah keterbukaan hati menerima dan menolong sesama. Kita mulai pergi untuk berbagi, meski itu hanya, ‘lima buah roti dan dua ekor ikan.’

Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ

Tutup Jendela
Donasi

Darurat : Banjir Jakarta 100 Rumah Terdampak

27%
Terkumpul Rp. 27.791.000
Goal Rp. 100.000.000
Donatur 207 kebaikan
Doa 178 doa

Pilih jumlah donasimu

Rp.