YUDAS  BUKAN  PANUTAN  KITA

13 April 2022

Rabu, 13 April 2022

Yesaya 50:4-9a

Mazmur 69:8-10,21bcd-22.31.33-34

Matius 26:14-25


“Ketika mereka sedang makan, Ia berkata: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya seorang di antara kamu akan menyerahkan Aku.” --- Matius 26:21


KEPUTUSAN SESEORANG dalam memilih dan memutuskan sesuatu hal adalah pilihan bebas yang didasarkan dari pertimbangan dari pikiran, pengetahuan dan pengalaman pribadi masing-masing. Kita diberi kebebasan oleh Tuhan untuk memilih mana yang baik dan buruk menurut pandangan kita sendiri yang belum tentu benar dan sesuai dengan kebenaran firman Tuhan. Keputusan yang kita ambil bisa menguntungkan dan merugikan orang lain seperti dalam ‘Kasus Yudas’ ,yang kita baca dalam injil hari ini. Ia  memutuskan untuk  menyerahkan Yesus hanya demi mendapatkan imbalan atau keuntungan uang, sebesar tiga puluh perak  (Mat 26:15-16; 27:3-5). 

Sama halnya kita sebagai pengikut Kristus, ketika kita dihadapkan dengan masalah dan cobaan berat, apakah kita melakukan uji pertimbangan dalam membuat diskresi atau ‘discernment’ yang benar dan tepat sebelumnya. Tujuannya agar kita bisa tetap  bertahan dan teguh dalam iman untuk  mempertahankan dan tidak 'menjual' iman kita seperti Yudas. Atau kita membuat keputusan spontan begitu saja, tanpa pertimbangan masak-masak! Atau karena motivasi keliru atau malahan sesat, lalu kita putuskan begitu saja.

Memang tidak mudah untuk bertahan dan kuat  di saat kita harus memutuskan  tetap setia atau menyerahkan iman kita kepada bimbingan Roh Kudus, ketika melewati setiap pencobaan atau permasalahan hidup. Untuk itu, kita butuh Latihan berdiskresi ! Kalau kita terbiasa melakukan ‘pemeriksaan batin’ atau mawas diri atau refleksi, kita akan terbebaskan dari membuat suatu keputusan yang fatal. Juga bila ada seorang  ‘pembimbing rohani’ atau sahabat rohani, kita dapat meminta bantuan pertimbangannya, sejauh kita terbuka dan mau menerima saran-sarannya. Kitab Suci tentu bisa membantu kita lewat bacaan dan renungan atas isinya, upama tentang Ke-10 Perintah Allah dari Kitab Keluaran, Hukum Cinta dan Ajaran Kotbah di Bukit dari Yesus (Mat bab 5-7). Tulisan Paulus dari surat-suratnya juga dapat kita pakai sebagai bahan renungan, umpama ‘Nasihat untuk hidup dalam kasih’ (Rm 12: 9-21),  ‘mengenakan manusia baru’ (Ef 4: 22-32; Kol 3: 5-17), ’hidup sebagai anak-anak terang’ (Ef 5:1-21) dan akhirnya  kita dinasihati agar hidup kita tidak menurut daging tetapi menurut Roh, dengan buah-buah-Nya (Gal 5: 16-25).

Dengan demikian kita tidak akan ‘menjual Yesus’, mengabaikan Ajaran dan nasihat-nasihat yang ada dalam Kitab Suci, menggadaikan iman kekristenan kita, apalagi mengkhianati dan meninggalkan Gereja-Nya. (LLL).

 

DOA: “Bapa yang baik, teguhkanlah iman kami setiap saat agar apapun keputusan yang kami ambil bukan berdasarkan motivasi keliru, tetapi sesuai dengan kebenaran firman-Mu.”

JANJI: “Lihatlah, hai orang-orang yang rendah hati, dan bersukacitalah; kamu yang mencari Allah, biarlah hatimu hidup kembali!” - Mazmur 69:33

PUJIAN: Ibu Anna memiliki dua anak remaja yang akan kuliah pada tahun yang sama, mengingat biaya yang sangat besar maka timbullah rasa khawatir dalam hatinya.  Ibu Anna teringat dalam injil Matius 7:7 yang mengatakan “Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu”. Hal inilah yang mendorong ibu Anna untuk berdoa setiap hari memohon pertolongan Tuhan untuk menyelamatkan kedua anaknya yang sangat rajin belajar. Karena kasih Allah yang begitu besar, maka Ia mengabulkan doa ibu Anna, sehingga kedua anaknya mendapatkan bantuan dari ‘ASAK’ daei Paroki untuk melanjutkan kuliah.

Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ

Tutup Jendela
Donasi

Darurat : Banjir Jakarta 100 Rumah Terdampak

27%
Terkumpul Rp. 27.791.000
Goal Rp. 100.000.000
Donatur 207 kebaikan
Doa 178 doa

Pilih jumlah donasimu

Rp.