ZAMAN BARU

20 February 2021

Sabtu, 20 Februari 2021 

Yesaya 58:9b-14

Mazmur 86:1-2.3-4.5-6

Lukas 5:27-32

 

“Apabila engkau menyerahkan kepada orang lapar apa yang kauinginkan sendiri, dan memuaskan hati orang yang tertindas, maka terangmu akan terbit dalam gelap, dan kegelapanmu akan seperti rembang tengah hari” ---Yesaya 58:10

 

“TERANGMU AKAN terbit dalam gelap, dan kegelapanmu akan seperti rembang (= titik tertinggi matahari) tengah hari.” Itulah yang dikatakan dalam Yes 58:10, saat manusia membantu dan menolong mereka yang tertindas. Tidak hanya berhenti di situ saja. “Terang” itu bahkan akan “menuntun, memuaskan hati, membaharui kekuatan, membangun keruntuhan, memperbaiki dasar-dasar lama, memperbaiki tembok, serta membetulkan jalan supaya tempat (kita berpijak) dapat dihuni” (Yes 58:11-12).

Di sinilah, sejajar dengan ungkapan “kasihilah sesamamu seperti dirimu sendiri”, maka semua pemberian serta bantuan kepada orang lain hendaknya juga berpangkal, dengan “berilah kepada sesama seperti yang engkau sendiri ingin menerimanya”. Yesus menunjukkan, kemampuan untuk memberi itu sangat terkait dengan kerinduan orang untuk menerima rahmat Allah. Dalam hal ini, mereka yang miskin—dan karenanya sangat merindukan kasih Allah--, justru sering memberi ‘yang lebih banyak’, daripada mereka yang sudah merasa kaya. Hal ini ditunjukkan oleh Yesus melalui kisah persembahan janda miskin pada Injil Lukas. “Janda miskin itu memberi lebih banyak dari pada semua orang kaya itu. Sebab mereka semua memberi persembahannya dari kelimpahannya, tetapi janda ini memberi dari kekurangannya, bahkan ia memberi seluruh nafkahnya” (Luk. 21:3-4).

Demikian pula dengan Lewi yang “sedang duduk di rumah cukai’ (Luk 5:27). Ketika Yesus memanggilnya, ia “segera berdiri, meninggalkan segala sesuatu, dan mengikuti Yesus”, sama seperti sikap Petrus, Yakobus dan Yohanes, saat dipanggil oleh Yesus (Luk 5:11). Mereka mampu mengikuti Yesus, karena memiliki kerinduan akan kedatangan ‘Sang Terang’, yang mereka lihat dan imani.

Pada Lewi, iman kepada Sang Terang itu, mendorongnya untuk “mengadakan sebuah perjamuan besar” (ay 29). Inilah perjamuan pertama dari berbagai perikop mengenai ‘perjamuan bersama Yesus’ dalam Injil Lukas, yang semuanya menandakan datangnya zaman baru. Perjamuan itu pulalah yang mengawali proses panggilan dan pemilihan para rasul (Luk 6:12-16)

Seperti dua murid dari Emaus yang “terbuka matanya dan mengenal Kristus yang bangkit” melalui “berkat, pemecahan dan pemberian roti” saat perjamuan (Luk 24:30-31), demikian pula kegelapan Lewi terhapus melalui perjamuan. Ia menjadi murid Yesus, yang kemudian dikenal dengan nama Matius. Terang yang diperolehnya itu, membuat Lewi antara tahun 70 sampai 100, mampu menyusun “Kabar Baik (Injil) mengenai Yesus Kristus”.  (WIT)

 

DOA: “Allah yang Maharahim, curahkanlah Roh Kudus agar kami mampu dengan rendah hati meneliti batin kami, menyesali segala dosa, yang kami perbuat, serta mohon pengampunan-Mu”.

JANJI: "Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit; Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, tetapi orang berdosa, supaya mereka bertobat” --- Lukas 5:31-32

PUJIAN: St. Yohanes Paulus II (1920-2005) mengajak umat Katolik untuk membangun Gereja yang lebih suci. Ia menulis Surat Apostolik Orientale Lumen (Cahaya dari Timur), 2 Mei, 1995, sebagai ajakan agar umat Katolik meneladani saudara-saudara Kristen dari  Gereja Timur, sehingga Gereja dapat kembali hidup dengan dua paru-paru. Tulisnya, “Dari Gereja Timur, asal Matahari terbit, kita menerima anugerah puasa. Praktik puasa itulah yang menyatukan, memurnikan, dan menguatkan kita menjadi satu Tubuh Kristus”.

Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ

Tutup Jendela
Donasi

Darurat : Banjir Jakarta 100 Rumah Terdampak

27%
Terkumpul Rp. 27.791.000
Goal Rp. 100.000.000
Donatur 207 kebaikan
Doa 178 doa

Pilih jumlah donasimu

Rp.